Gedung PRIMKOPTI Kabupaten Bogor
Gedung PRIMKOPTI Kabupaten Bogor yang tertata rapi dengan ruang kerja, pertemuan dan showroom di dalamnya
Melihat-lihat steam boiler
Peserta study banding tanhu tempe PRIMKOPTI Kabupaten Bogor tampak melihat-lihat sistem kerja steam boiler di kompleks pabrik tahu Lembang Bandung
Drum Stainless Sehatkan Tempe
Dandang atau drum stainless yang sebagian telah terkirim di kantor Primkopti Jakarta Selatan siap didistribusikan kepada produsen tahu tempe anggota untuk mengganti drum oli yang slama ini digunakan.
Tahang tahu stainless steel
Tahang tahu stainless steel dipastikan mampu memcetak produk tahu yang higienis dan dipergunakan secara lebih efisien
Perjalanan study banding
Diikuti oleh sedikitnya 30 orang, study banding tahu tempe di Bandung diharapkan dapat memberi gambaran dan motivasi bagi para produsen asal Bogor untuk dapat meningkatkan kualitas produksinya.
Tahu tempe higienis siap jual
Produksi tahu tempe hasil project percontohan siap diedarkan kapada calon pembeli. Tahu tempe ini tentu lebih higienis dan sehat karena diproses dengan peralatan yang lebih bersih dan tingkat efisiensi yang memadai
Proses produksi efisien
Dengan peralatan stainless, tahu bukan saja menjadi lebih bersih dalam proses pengolahannya tapi juga mampu menambah daya tahan tahu tanpa penggunaan asupan-asupan yang berbahaya.
Pabrik tahu di Lembang Bandung
Dalam acara study banding, tampak bahwa pengolahan dengan pola yang sehat, selain dapat meningkatkan mutu produksi, juga mampu menekan dampak pencemaran yang dapat membahayakan baik karyawan maupun lingkungan sekitar
Tuesday, 25 November 2014
KOPTI KAB BOGOR TELAH MENDISTRIBUSIKAN PERALATAN TEMPE TAHU KE 15 PROPINSI
Wednesday, 30 April 2014
Dubes AS Mr Robert O Blake dan Walikota Bogor Dr.Bima Arya Mencicipi berbagai olahan tempe di RTI Bogor
Friday, 25 April 2014
Kunjungan Duta Besar Amerika Ke RTI
| Kunjungan Walikota Bogor dan Dubes AS ke RTI Bogor |
Thursday, 22 August 2013
Harga kedelai impor naik! pengrajin tempe tahu menjerit! ibu rumah tangga semakin pusing
Belum lagi harga daging, cabai , bawang, turun sekarang harga kedelai mulai membumbung dari awal agustus di harga Rp 7.200-7.500 sekarang menjadi Rp 8.800-9.500. Sekali lagi anak bangsa ini harus menderita karena pemerintah gagal mengendalikan harga pangan. Kebijakan ekonomi liberal yang dijalankan pada saat ini ternyata berkali-kali membuat pemerintah "dikadali" oleh para pemilik modal. Praktek kartel yang sudah menjadi rahasia umum pada daging, kedelai dan bahan pangan lainya yang merupakan dampak pada kebijakan ekonomi liberal yang menyebabkan lemahnya posisi pemerintah dan sudah seharusnya di kaji kembali. Dampak kenaikan kedelai pada saat ini membuat para pengrajin berhenti produksi atau mengecilkan potongan tahu tempe mereka. Disamping itu omzet mereka juga menurun drastis. Jika pada saat ini ibu-ibu rumah tangga mulai mengurangi konsumsi tahu tempe karena harga atau potongannya yang semakin menciut, kemana lagi anak bangsa ini mendapatkan sumber protein mereka, Sudah jelas daging sudah tidak terbeli karena harga nya masih Rp 90.000/kg, ayam Rp 35.000/kg, telur Rp 20.000/kg. Haruskah mereka mengkonsumsi belalang seperti jaman penjajahan dahulu? Benar-benar membuat para ibu rumah tangga pusing tujuh keliling!Oleh karena itu Kopti sebagai wadah pengrajin tahu tempe meminta kepada pemerintah untuk segera merealisasikan PP no 31 tahun 2013 dimana tata niaga kedelai harus diintervensi oleh pemerintah dalam hal menjaga kestabilan harga dan mengatur pembelian kedelai lokal dari petani. Sebuah ironi tidak lama setelah perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke 68 kita kembali di hadapkan bahwa bangsa ini
masih terjajah oleh kepentingan ekonomi segelintir orang!
Wednesday, 14 August 2013
Bubur tempe sebagai makanan pendamping asi
Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa tempe dapat diolah menjadi berbagai produk turunan, salah satunya adalah bubur instant sebagai pendamping ASI bagi anak batita. Kalbe farma yang merupakan salah satu produsen produk kesehatan terbesar di Indonesia beberapa saat yang lalu telah melakukan soft launching produk Entrocare. Produk ini merupakan produk yang dikembangkan dari tempe yang di produksi di Rumah Tempe Indonesia. Karena terbuat dari tempe tentu manfaat tempe yang sudah dikenal sebagai sumber protein yang sangat bagus, sumber vitamin B dan beberapa komponen khas tempe seperti Isoflavon juga terkandung di dalam produk Entrocare tersebut. Dengan adanya produk tersebut maka industri tempe di Indonesia sudah mulai dilirik oleh perusahaan industri pangan sebagai mitra untuk memenuhi kebutuhan bahan baku mereka. Manfaat bubur tempe selain nutrisi yang baik juga dapat mempercepat kesembuhan pada kasus diare pada anak, seperti tulisan berikut :Bubur Tempe Pemampet Diare Anak :
Berdasarkan penelitian, Anak yang mendapat bahan makanan campuran tempe-terigu berhenti diare setelah 2,39 ± 0,09 hari (rerata), lebih cepat bila dibandingkan dengan anak yang mendapat bahan makanan campuran beras-susu (rata-rata 2,94 ± 0,33 hari). Sebuah studi uji klinis randomized controlled double-blind yang dilakukan oleh Soenarto et al (1997) menunjukkan bahwa formula yang berbahan dasar tempe dapat mempersingkat durasi diare akut serta mempercepat pertambahan berat badan setelah menderita satu episode diare akut.
Produk Entrocare pada saat ini dapat di peroleh dengan menghubungi dokter anda
Wednesday, 10 July 2013
Ketel uap untuk produksi tahu tempe
1. Penggunaan teknologi yang tidak tepat, pada saat ini rata-rata pengrajin tahu tempe membuat sendiri ketel uap yang mereka gunakan dari bahan drum bekas atau baja dengan desain seadaanya tanpa mempertimbangkan faktor efisiensi dan keamanan.
2. Pemilihan bahan bakar yang salah, karena desain alat yang tidak tepat,pada akhirnya pengrajin harus menggunakan bahan bakar yang kurang pas seperti kayu bakar, jenis bahan bakar ini akan menghasilkan polusi yang tinggi yang akan berdampak pada lingkungan. Terlebih untuk wilayah JABODETABEK, penggunaan kayu bakar sudah seringkali menjadi akar masalah antara warga dan pengrajin tahu tempe.
Oleh karena itu KOPTI KAB BOGOR menyediakan Ketel Uap GT yang memiliki berbagai keunggulan antara lain :
1. Efisiensi bahan bakar yang tinggi, sehingga lebih hemat bahan bakar 50%
2. Hemat waktu
3. Aman
4. Umur ekonomis yang panjang
5. Dapat menggunakan bahan bakar apapun.
Untuk pemesanan ketel uap ini dapat menghubungi
Kopti Kab Bogor
CP : Rikamto0815 11245794
Wednesday, 3 July 2013
Tempe Organik tersedia di RTI
Tuesday, 11 June 2013
6 Juni sebagai Hari Tempe Internasional
Besok para penggiat Tempe akan melakukan deklarasi Hari Tempe Internasional di gedung SMESCO Jakarta. Tanggal yang dipilih sebagi Hari Tempe Internasional adalah 6 Juni dimana pada hari itu merupakan hari diresmikannya Rumah Tempe Indonesia yang menjadi salah satu Milestone perjalanan tempe di Indonesia. Diharapkan dengan dideklarasikannya Hari Tempe Internasional tersebut akan semakin mengukuhkan bahwa tempe merupakan warisan budaya Indonesia di samping itu diharapkan pula Tempe dapat menjadi lebih dikenal luas secara internasional dan mengangkat martabat tempe sabagai budaya kuliner dan pengrajin tempe dapat semakin sejahteraFriday, 3 May 2013
Rhenald Kasali Berkunjung ke Rumah Tempe Indonesia
Salah satu akademisi yang juga sekaligus sebagai motivator perubahan, Prof. Rhenald Kasali Ph.D memuji apa yang telah dilakukan oleh Rumah Tempe Indonesia. Dengan merubah standard produksi menjadi lebih tinggi maka di harapkan RTI dapat menjadi lokomotif perubahan di sektor tempe baik dari sisi konsumen maupun produsen. Hal ini disampaikan ketika mengunjungi Rumah Tempe Indonesia pada hari kamis (2 May 2013). Pada kesempatan tersebut beliau juga memberikan pencerahan pada para pengurus Kopti dan Gakopti di acara Workshop kepemimpinan dalam menerapkan industrin tempe tahu yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Untuk kedepannya diharapkan para pengurus KOPTI mampu mendorong perubahan di wilayak kerja mereka masing-masing.Meja Kerja
Sebagai salah satu komponen/fasilitas yang diperlukan untuk mendukung proses produksi maka meja kerja yang terbuat dari stainless steel ini sebaiknya dimiliki oleh para produsen tempe. Disamping lebih mudah dibersihkan, umur ekonomis yang panjang meja ini juga berguna untuk menyimpan material produksi karena memiliki laci penyimpanan yang luas.
Spesifikasi
Bahan : SS 201, 1.5 mm
Dandang perebus kedelai untuk produksi tempe
Sebagai pengganti drum besi bekas oli atau minyak yang selama ini digunakan oleh para pengrajin tempe tradisional maka penggunaan dandang rebus yang berbahan stainless steel ini mutlak digunakan agar proses produksi menjadi lebih higienis dan menghindari produk tempe yang dihasilkan dari kontaminasi logam berat yang berasal dari karat pada drum bekas.
Spesifikasi
Mesin pemecah kedelai untuk produksi tempe
Thursday, 21 March 2013
Pelatihan Produksi Tempe Higienis angkatan ke 3 " Tempe goes to Thailand"
Wednesday, 13 March 2013
Tak Setetespun Limbah Cair RTI di Buang Ke Kali
Tuesday, 12 March 2013
Aneka Olahan Tempe Kini Tersedia di RTI
Sunday, 10 March 2013
Mereka Akan Menjadi Motor Perubahan
Pelatihan produksi tempe higienis angkatan ke 2 telah berlangsung pada tanggal 9 maret 2013. Pelatihan ini diikuti oleh 4 peserta yang berasal Cirebon, Karawang dan Depok. Diharapkan kedepan peserta tersebut mampu membuka usaha tempe yang diproduksi secara higienis dan menjadi motor perubahan di daerah mereka masing-masing. Antusiasme peserta untuk mengikuti pelatihan tersebut terlihat sangat tinggi, mereka mengikuti proses produksi tahap demi tahap dan menggali tips-tips dalam proses produksi tempe. Nama peserta yang mengikuti pelatihan produksi tempe angkatan ke 2 tersebut :1. Ernawaty
2. Sri Harsa Handayani
3. Tjiptono
4. Agus Rochmat
Semoga kedepan para peserta mampu menjadi salah satu aktor yang mendorong perubahan di sektor tempe sehingga kita tidak lagi malu menjadi bangsa tempe !
Griya Tempe Purbalingga
Griya Tempe di Purbalingga memulai untuk mengkemas lahan pengolahannya sesuai dengan standar yang ada di RTI. Mengedepankan manajemen keluarga, diharapkan GTP mampu memproduksi tempe dengan standar higienis. GTP berorientasi pada dua hal, pertama memasarkan prodak tempe dan yang kedua berbagi ilmu bagaimana cara pengolahan tempe yang higienis yang sebenarnya dapat dilakukan oleh siapapun juga. Sasaran dari orientasi ini bisa dilakukan pada sekolah-sekolah kejuruan, lembaga-lembaga nonformal seperti kelompok ibu-ibu PKK dan sejenisnya, rumah sakit dan hotel yang memiliki restaurant.
Griya Tempe hadir di Purbalingga, Purwokerta adalah untuk memberikan alternatif terhadap prodak tempe dengan harga premium. Kalangan yang akan disasarpun tidak sama dengan para pengrajin yang sudah ada. Market yang dituju adalah para vegetarian dan berbagai kalangan tertentu dalam skala menengah ke atas.
Sistem pengolahan melalui sistem yang terstandarisasi RTI, dengan menggunakan alat-alat yang sebagian besar stainless. Tempat produksi yang sehat, pemprosesan dalam kendali SDM yang terproteksi dengan seragam yang bersih setidaknya memberikan “garanty” terhadap hasil yang dicapai’ untuk kepuasan customer.
Dengan mulai beridinya GTP dalam waktu dekat ini, mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi kehadiran para pengrajin-pengrajin yang dapat mengubah image tempe, sebagai makanan asli Indonesia yang sehat, berizi dan higienis.
By Indri seperti yang tertulis di kompasina : http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2013/03/05/tempe-purbalingga-540231.html
Wednesday, 6 March 2013
Anak TK Sekarang Suka Tempe
Sunday, 3 March 2013
Produksi Higienis Menjadikan Produk Tahu Tempe Lebih Awet
Pelatihan Produksi Tempe Higienis Angkatan 1
Pelatihan Produksi Tempe Higienis Angkatan 1 yang dilaksanakan oleh Rumah Tempe Indonesia berjalan dengan sangat baik. Enam peserta yang mengikuti pelatihan tampak antusias mengikuti materi-materi yang disampaikan oleh fasilitator. Peserta tersebut berasal dari Bogor, Tanggerang dan Purwokerto. Materi yang disampaikan meliputi pemilihan bahan baku, penataan layout, pengenalan Good Manufacturing Practices (GMP), teknik produksi tempe, penanganan limbah serta analisa ekonomi. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan produksi tempe yang higienis di Rumah Tempe Indonesia, para peserta mampu menjadi salah satu produsen tempe yang mengedepankan cara produksi yang higienis, sehingga misi yang diemban oleh Rumah Tempe Indonesia sebagai salah satu pendorong perbaikan produksi tempe di Indonesia dapat tercapai dengan baik.Berikut nama-nama peserta pelatihan produksi tempe higienis angkatan 1
1. Djoko Tjahjo S
2. Iwan Sukanta
3. Sukma Wijaya
4. Heru Winata Sukarta
5. Jumanta
6. Indri Jatmoko S.Si, MM
Salam sukses untuk para peserta pelatihan produksi tempe higienis angkatan 1!
Untuk pendaftaran peserta pelatihan hubungi :
Rumah Tempe Indonesia
Jl.Raya Cilendek No 27, Bogor
Cp : M.Ridha 0812 8074 2701



.png)

.png)


.bmp)




