Sunday, 10 March 2013

Griya Tempe Purbalingga

Griya Tempe Purbalingga (GTP), Puwokerto-Indonesia adalah salah satu binaan dari Rumah Tempe Indonesia (RTI), Bogor. Dipertengahan tahun 2012, kopti Bogor “me-launching” RTI menjadi wadah bagi para pengrajin tempe diwilayah Bogor. Namun berjalannya waktu, dirasa konsep pengolahan yang sehat, bersih dan higienis perlu untuk ditularkan ke seluruh pihak-pihak yang membutuhkan wacana ini. Rumah Tempe Indonesia melalui pendampingan IPB menjadi pionir mengembangkan pengolahan tempe dengan standar internasional.

Hasil ini menjadikan RTI mengembangkan program pelatihan bagi para pengrajin tempe,  khusus diwilayah Bogor. Melalui berbagai proses yang ada, kendala memang tidak dapat dipungkiri. Untuk mengubah mindset cara pengolahan tempe dari pengolahan lama menjadi yang baru, yang lebih higienis merupakan pekerjaan rumah tersendiri bagi RTI. Kendala ini menjadi sebuah tantangan bagi RTI untuk mengembangkan program ini lebih luas lagi. Tidak hanya untuk kalangan dilingkup Bogor saja, tetapi juga sudah mulai mendapatkan animo dibeberapa wilayah diantaranya Tangerang dan Jawa Tengah. Konsep pengolahan tempe yang diajarkan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan yang sudah berjalan selama ini. Perbedaan yang paling “significant” terlihat dari lahan atau tempat yang lebih bersih dan peralatan dengan menggunakan alat-alat stainless.  Melalui program pelatihan ini diharapkan mendapatkan respons yang positif dari berbagai elemen serta pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengembangkan tempe menjadi makanan yang bergizi melalui proses pengolahan yang higienis.
Griya Tempe di Purbalingga memulai untuk mengkemas lahan pengolahannya sesuai dengan standar yang ada di RTI. Mengedepankan manajemen keluarga, diharapkan GTP mampu memproduksi tempe dengan standar higienis. GTP berorientasi pada dua hal, pertama memasarkan prodak tempe dan yang kedua berbagi ilmu bagaimana cara pengolahan tempe yang higienis yang sebenarnya dapat dilakukan oleh siapapun juga. Sasaran dari orientasi ini bisa dilakukan pada sekolah-sekolah kejuruan, lembaga-lembaga nonformal seperti kelompok ibu-ibu PKK dan sejenisnya, rumah sakit dan hotel yang memiliki restaurant.
Griya Tempe hadir di Purbalingga, Purwokerta adalah untuk memberikan alternatif terhadap prodak tempe dengan harga premium. Kalangan yang akan disasarpun tidak sama dengan para pengrajin yang sudah ada. Market yang dituju adalah para vegetarian dan berbagai kalangan tertentu dalam skala menengah ke atas.
Sistem pengolahan melalui sistem yang terstandarisasi RTI, dengan menggunakan alat-alat yang sebagian besar stainless. Tempat produksi yang sehat, pemprosesan dalam kendali SDM yang terproteksi dengan seragam yang bersih setidaknya memberikan “garanty” terhadap hasil yang dicapai’ untuk kepuasan customer.
Dengan mulai beridinya GTP dalam waktu dekat ini, mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi kehadiran  para pengrajin-pengrajin yang dapat mengubah image tempe, sebagai makanan asli Indonesia yang sehat, berizi dan higienis.

By Indri seperti yang tertulis di kompasina : http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2013/03/05/tempe-purbalingga-540231.html

0 comments:

Post a comment