Gedung PRIMKOPTI Kabupaten Bogor

Gedung PRIMKOPTI Kabupaten Bogor yang tertata rapi dengan ruang kerja, pertemuan dan showroom di dalamnya

Melihat-lihat steam boiler

Peserta study banding tanhu tempe PRIMKOPTI Kabupaten Bogor tampak melihat-lihat sistem kerja steam boiler di kompleks pabrik tahu Lembang Bandung

Drum Stainless Sehatkan Tempe

Dandang atau drum stainless yang sebagian telah terkirim di kantor Primkopti Jakarta Selatan siap didistribusikan kepada produsen tahu tempe anggota untuk mengganti drum oli yang slama ini digunakan.

Tahang tahu stainless steel

Tahang tahu stainless steel dipastikan mampu memcetak produk tahu yang higienis dan dipergunakan secara lebih efisien

Perjalanan study banding

Diikuti oleh sedikitnya 30 orang, study banding tahu tempe di Bandung diharapkan dapat memberi gambaran dan motivasi bagi para produsen asal Bogor untuk dapat meningkatkan kualitas produksinya.

Tahu tempe higienis siap jual

Produksi tahu tempe hasil project percontohan siap diedarkan kapada calon pembeli. Tahu tempe ini tentu lebih higienis dan sehat karena diproses dengan peralatan yang lebih bersih dan tingkat efisiensi yang memadai

Proses produksi efisien

Dengan peralatan stainless, tahu bukan saja menjadi lebih bersih dalam proses pengolahannya tapi juga mampu menambah daya tahan tahu tanpa penggunaan asupan-asupan yang berbahaya.

Pabrik tahu di Lembang Bandung

Dalam acara study banding, tampak bahwa pengolahan dengan pola yang sehat, selain dapat meningkatkan mutu produksi, juga mampu menekan dampak pencemaran yang dapat membahayakan baik karyawan maupun lingkungan sekitar

Wednesday, 30 April 2014

Dubes AS Mr Robert O Blake dan Walikota Bogor Dr.Bima Arya Mencicipi berbagai olahan tempe di RTI Bogor

Pak Dubes Amerika Serikat Robert O Blake ternyata sangat menyukai tempe saya suka tempe bacem,tempe goreng dan tempe Mendoan begitu beliau berujar ketika didaulat memberikan pidato dalam acara Peresmian Rumah Tempe Indonesia bersama Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, dan dia merasa terkejut ketika dia tahu bahwa ternyata tempe bisa dijadikan bahan utama dalam berbagai jenis kuliner seperti burger tempe, tiramisu tempe, ice cream tempe, brownis tempe dan lain-lain dan dia sangat menyukai kuliner tempe tersebut "kalo tahu begini saya akan makan tempe tiap hari" celotehnya lagi.
Menurut nya Indonesia adalah pengimpor utama kedelai asal amerika lebih dari 2.5 Juta Ton kedelai asal amerika di impor ke Indonesia dan penggunaan kedelai hampir 90 % di sektor produksi tempe dan tahu. Jadi beliau sangat mendukung aktifitas Rumah Tempe Indonesia sebagai inovator produksi tempe higienis dan sehat, dan diharapkan menjadi pusat percontohan bagi produsen tempe di seluruh Indonesia.

Friday, 25 April 2014

Kunjungan Duta Besar Amerika Ke RTI

Hari selasa tanggal 29 April 2014 Rumah tempe Indonesia di kunjungi tamu istimewa yaitu Walikota Bogor Dr. Bima Arya dan Duta Besar Amerika Mr. Robert O Blake. Hal ini tentu merupakan suatu bentuk pengakuan dan apresiasi dari pemerintah Kota Bogor dan Amerika akan Eksistensi Rumah Tempe Indonesia (RTI) yang merupakan satu-satunya rumah produksi tempe yang berstandar internasional, yang mengaplikasikan produksi tempe secara higienis dan ramah lingkungan dan merupakan rumah produksi percontohan bagi pengrajin tempe se Indonesia.

Dalam acara tersebut juga di tampilkan olahan tempe yang dilakukan oleh 5 perusahaan catering terkemuka dan Sekolah favorit yang ada di kota Bogor dan Jakarta, mereka akan menampilkan jenis masakan yang berbahan dasar tempe seperti pizza tempe, tempe tiramisu, es krim tempe dll. Selama ini tempe dikenal sebagai salah satu jenis makanan yang hanya dapat di buat menjadi gorengan atau berbagai jenis olahan tradisional, namun melalui kegiatan eksebisi ini membuktikan bahwa hal tersebut dapat di patahkan .
Kunjungan Walikota Bogor dan Dubes AS ke RTI Bogor
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi ajang promosi produk tempe dan produk olahan tempe sehingga dapat diminati dan dicintai oleh masyarakat luas dan tentunya mengangkat harkat tempe menjadi produk makanan yang asli indonesia bertaraf internasional.

Thursday, 22 August 2013

Harga kedelai impor naik! pengrajin tempe tahu menjerit! ibu rumah tangga semakin pusing

Belum lagi harga daging, cabai , bawang, turun sekarang harga kedelai mulai membumbung dari awal agustus di harga Rp 7.200-7.500 sekarang menjadi Rp 8.800-9.500. Sekali lagi anak bangsa ini harus menderita karena pemerintah gagal mengendalikan harga pangan. Kebijakan ekonomi liberal yang dijalankan pada saat ini ternyata berkali-kali membuat pemerintah "dikadali" oleh para pemilik modal. Praktek kartel yang sudah menjadi rahasia umum pada daging, kedelai dan bahan pangan lainya yang merupakan dampak pada kebijakan ekonomi liberal yang menyebabkan lemahnya posisi pemerintah dan sudah seharusnya di kaji kembali. Dampak kenaikan kedelai pada saat ini membuat para pengrajin berhenti produksi atau mengecilkan potongan tahu tempe mereka. Disamping itu omzet mereka juga menurun drastis. Jika pada saat ini ibu-ibu rumah tangga mulai mengurangi konsumsi tahu tempe karena harga atau potongannya yang semakin menciut, kemana lagi anak bangsa ini mendapatkan sumber protein mereka, Sudah jelas daging sudah tidak terbeli karena harga nya masih Rp 90.000/kg, ayam Rp 35.000/kg, telur Rp 20.000/kg. Haruskah mereka mengkonsumsi belalang seperti jaman penjajahan dahulu? Benar-benar membuat para ibu rumah tangga pusing tujuh keliling!
Oleh karena itu Kopti sebagai wadah pengrajin tahu tempe meminta kepada pemerintah untuk segera merealisasikan PP no 31 tahun 2013 dimana tata niaga kedelai harus diintervensi oleh pemerintah dalam hal menjaga kestabilan harga dan mengatur pembelian kedelai lokal dari petani. Sebuah ironi tidak lama setelah perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke 68 kita kembali di hadapkan bahwa bangsa ini 
masih terjajah oleh kepentingan ekonomi segelintir orang!

Wednesday, 14 August 2013

Bubur tempe sebagai makanan pendamping asi

Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa tempe dapat diolah menjadi berbagai produk turunan, salah satunya adalah bubur instant sebagai pendamping ASI bagi anak batita. Kalbe farma yang merupakan salah satu produsen produk kesehatan terbesar di Indonesia beberapa saat yang lalu telah melakukan soft launching produk Entrocare. Produk ini merupakan produk yang dikembangkan dari tempe yang di produksi di Rumah Tempe Indonesia. Karena terbuat dari tempe tentu manfaat tempe yang sudah dikenal sebagai sumber protein yang sangat bagus, sumber vitamin B dan beberapa komponen khas tempe seperti Isoflavon juga terkandung di dalam produk Entrocare tersebut. Dengan adanya produk tersebut maka industri tempe di Indonesia sudah mulai dilirik oleh perusahaan industri pangan sebagai mitra untuk memenuhi kebutuhan bahan baku mereka. Manfaat bubur tempe selain nutrisi yang baik juga dapat mempercepat kesembuhan pada kasus diare pada anak, seperti tulisan berikut :

Bubur Tempe Pemampet Diare Anak : 
Berdasarkan penelitian, Anak yang mendapat bahan makanan campuran tempe-terigu berhenti diare setelah 2,39 ± 0,09 hari (rerata), lebih cepat bila dibandingkan dengan anak yang mendapat bahan makanan campuran beras-susu (rata-rata 2,94 ± 0,33 hari). Sebuah studi uji klinis randomized controlled double-blind yang dilakukan oleh Soenarto et al (1997) menunjukkan bahwa formula yang berbahan dasar tempe dapat mempersingkat durasi diare akut serta mempercepat pertambahan berat badan setelah menderita satu episode diare akut.

sumber :http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fdokteranakku.net%2Farticles%2F2012%2F07%2Fbubur-tempe-pemampet-diareanak.html&h=8AQHNnxFB

Produk Entrocare pada saat ini dapat di peroleh dengan menghubungi dokter anda 

Wednesday, 10 July 2013

Ketel uap untuk produksi tahu tempe

Industri tahu dan tempe merupakan industri kecil yang membutuhkan energi yang cukup besar, terutama pada proses pemasakan dan perebusan. Pada saat ini satu industri kecil tahu dengan kapasitas 300kg kedelai /hari rata-rata membutuhkan 2 meter kubik/atau 1 mobil pick-up kayu bakar seharga Rp 250.000-350.000. Bisa dibayangkan betapa besarnya kebutuhan bahan bakar tersebut, ada beberapa hal yang menjadi penyebab borosnya pemakaian bahan bakar di industri tahu tempe yaitu:
1. Penggunaan teknologi yang tidak tepat, pada saat ini rata-rata pengrajin tahu tempe membuat sendiri ketel uap yang mereka gunakan dari bahan drum bekas atau baja dengan desain seadaanya tanpa mempertimbangkan faktor efisiensi dan keamanan.
2. Pemilihan bahan bakar yang salah, karena desain alat yang tidak tepat,pada akhirnya pengrajin harus menggunakan bahan bakar yang kurang pas seperti kayu bakar, jenis bahan bakar ini akan menghasilkan polusi yang tinggi yang akan berdampak pada lingkungan. Terlebih untuk wilayah JABODETABEK, penggunaan kayu bakar sudah seringkali menjadi akar masalah antara warga dan pengrajin tahu tempe.

Oleh karena itu KOPTI KAB BOGOR menyediakan Ketel Uap GT yang memiliki berbagai keunggulan antara lain :
1. Efisiensi bahan bakar yang tinggi, sehingga lebih hemat bahan bakar 50%
2. Hemat waktu
3. Aman
4. Umur ekonomis yang panjang
5. Dapat menggunakan bahan bakar apapun.

Untuk pemesanan ketel uap ini dapat menghubungi

Kopti Kab Bogor
CP : Rikamto0815 11245794