Wednesday, 13 March 2013

Tak Setetespun Limbah Cair RTI di Buang Ke Kali

Industri tempe merupakan salah satu penghasil limbah cair yang dapat menurunkan kualitas lingkungan bila tidak dikelola dengan bijak, dapat di bayangkan dari setiap 1 kg kedelai yang diolah akan menghasilkan 10-15 ltr limbah cair. Rumah Tempe Indonesia sebagai satu-satunya percontohan produksi tempe higienis dan ramah lingkungan di Indonesia menerapkan sistem pengolahan limbah cair menggunakan reaktor biogas. Keuntungan dari penerapan teknologi ini adalah mampu menurunkan COD dan BOD sampai dengan 80% disamping itu teknologi ini minim biaya perawatan dan menghasilkan gas metan sebagai sumber bahan bakar.Sudah seharusnya teknologi produksi yang ramah lingkungan diadopsi oleh pengrajin agar kelestarian lingkungan dapat terjaga dan keberlangsungan usaha tidak mengganggu lingkungan . Teknologi biogas ini juga dapat digunakan secara komunal sehingga nilai investasinya bisa lebih diperkecil. Di RTI limbah cair yang telah di proses di dalam reaktor biogas kembali di saring di bak filtrasi menggunakan ijuk,arang aktif, zeolit, kerikil dan pasir setelah proses pemurnian tersebut limbah cair dialirkan ke sumur resapan, sehingga tidak setetespun limbah cair dari RTI dibuang ke kali.

0 comments:

Post a comment