Tuesday, 22 January 2013

Analisa Usaha Tempe Higienis


Nilai investasi untuk usaha tempe relatif tidak membutuhkan biaya yang besar hal ini dapat disesuaikan dengan kapasitas produksi yang diinginkan. Uraian kali ini dianggap produksi tempe dilakuan dengan kapasitas pengolahan 100 kg kedelai/hari yang menghasilkan 160 kg tempe dengan asumsi yang sederhana.

Biaya tetap

a.    Biaya bangunan untuk mengolah kedelai sebanyak 100 kg/hari menjadi tempe cukup dibutuhkan ruang 25 m². Dengan asumsi biaya pembangunan 2 jt/m ² tanpa memperhitungkan harga tanah bunga bank dll, maka dibutuhkan biaya sebesar Rp 50.000.000. Bila diasumsikan umur ekonomis bangunan selama 10 tahun (3600 hari) beban biaya tetap dari bangunan adalah Rp 50.000.000/3600 = Rp 13.888/hari.

b.   Biaya peralatan yang diasumsikan memiliki umur ekonomis 5 tahun atau 1800 hari, maka biaya tetap dari mesin dan peralatan /harinya adalah Rp 34.410.000/1.800 = Rp 19.116/hari. 

c. Biaya tenaga kerja untuk mengolah 100 kg kedelai dibutuhkan 2 orang tenaga kerja dengan upah  tenaga kerja @ Rp 60.000/hari sehingga total biaya tenaga kerja Rp 120.000/hari

      Total biaya tetap/hari        = a + b +c
                                                = Rp 13.888 + Rp 19.116 + Rp 120.000
                                                = Rp 153.004/hari
 Biaya tidak tetap

a.   Kedelai diasusmikan dengan harga Rp 7.000 sehingga biaya kedelai untuk 100 kg adalah Rp 700.000
b.   Ragi yang dibutuhkan kurang lebih 300 gr dengan harga Rp 8.300
c. Bahan bakar LPG 3kg Rp 15.000
d. Biaya kemasan diasumsikan menggunakan kemasan plastik/500 gr sebanyak 360 pcs dengan harga/pcs  adalah Rp 80 sehingga total biaya kemasan/hari adalah Rp 25.600
e.     Biaya lainnya seperti listrik dan air diperkirakan Rp 10.000/hari

Total biaya tidak tetap/hari    = a + b + c + d
                                                = Rp 700.000 + 8.300 + 15.000 +  25.600 + 10.000  
                                                = Rp758.900

Pendapatan

Dalam produksi tempe, untuk setiap kg kedelai yang diolah akan menghasilkan tempe seberat 1,6 -1,8 kg tergantung jenis kacang kedelai yang digunakan, dalam ilustrasi ini kita akan menggunakan hasil terkecil yaitu 1 kg kedelai menghasilkan 1,6 kg tempe dengan harga jual tempe/kg saat ini  Rp 8000.

Pendapatan      = Jumalah produksi x harga
                        = 160 kg x Rp 8.000
                        = Rp 1.280.000

Keuntungan

Keuntungan kotor yang di peroleh secara harian dari usaha tempe adalah sebagi berikut :

Keuntungan     = Pendapatan – (total biaya tetap + total biaya tidak tetap)
                        = 1.280.000 – (153.004 + 758.900)
                        = 1.280.000 – 911.900
                        = Rp 368.100/hari

Dengan kata lain keuntungan kotor perbulan (30 hari) dari usaha tempe dengan jumlah kedelai yang diproduksi 100 kg/hari  adalah sebesar  Rp 11.043.000

Break Event Point (BEP)

Salah satu analisa sederhana yang digunakan adalah BEP unit untuk mengetahui jumlah minimum kg tempe yang harus terjual untuk mendapatkan titik impas.
                                      FC
BEP unit         =
                                  P  -  VC

                                   153.004
                        =
                               8.000 – 4.649

                        =    45

Kesimpulan : dengan menjual 45 kg tempe merupakan titik impas untuk menutup biaya tetap dan tidak tetap yang dikeluarkan. Sehingga untuk menghasilkan laba, setiap harinya tempe yang dijual harus lebih besar dari 45 kg tempe.

Benefit Cost Ratio (B/C Ratio)

Analisa ini digunakan untuk melihat besaran pengembalian dari modal/investasi yang sudah ditanamkan

B/C ratio         = Total pendapatan/Total biaya produksi
                        = Rp 1.280.000 / Rp 896.904
                        = Rp 1.42
Jika B/C ratio menunjukkan angka > 1, maka usaha tersebut layak untuk dilakukan. Dalam kasus ini berarti dalam setiap Rp 1 yang dikeluarkan akan mendapatkan pengembalian Rp 1.42

Untuk informasi lebih lanjut daftarkan diri anda untuk  mengikuti kelas kewirausahaan di Rumah Tempe Indonesia

Pendaftaran :

Kopti kab bogor
Jl Raya Cilendek no 27
telp : 0251 8327827
Hp : Ridha 0812 8074 2701

4 comments:

Post a comment